Shibuya Crossing, Penyeberangan Tersibuk Di Dunia

Shibuya Crossing

Shibuya Crossing

Shibuya seperti juga Harajuku adalah pusat dari Youth Fashion dan Culture. Banyak trend busana dan entertainment lahir di tempat ini. Hal ini tidak mengherankan karena hampir semua Department Store terkemuka pasti membuka cabang di daerah ini termasuk Tokyu dan Seibu dua kompetitor raksasa dibidang Department dan Fashion store.

Para turis biasanya datang ke tempat ini untuk melihat Shibuya Crossing yang terletak persis didepan stasiun Shibuya. Saat lampu merah menyala, mobil-mobil di 6 ruas jalan yang melintas di kawasan ini akan berhenti. Bagaikan kelereng yang dihamburkan dari kotaknya, persimpangan akan dipenuhi oleh ribuan manusia yang saling silang menyeberang menuju tujuan masing-masing

Satu magnet yang sangat kuat menarik saya untuk datang ke Tokyo, yaitu Shibuya Crossing. Shibuya merupakan satu dari 23 kota bagian di Tokyo, yang mana kawasan ini dipadati oleh toko-toko merek terkenal, pusat hiburan, dan tentunya kawasannya anak muda Tokyo. Sementara itu, Shibuya Crossing sendiri merupakan tempat yang paling ramai dan bisa dibilang pusat dari kawasan Shibuya.

Lampu lalu lintas yang berubah menjadi merah pada saat bersamaan, dan selama beberapa menit para penyebrang memenuhi persimpangan seperti kacang tumpah dari kaleng. Anda bisa mengamati lampu-lampu terang dan kerumuman dari Starbucks yang terletak di sisi utara persimpangan, atau menikmati semua kegilaan itu sendirian.

Bisa dibilang, Shibuya Crossing merupakan tempat penyeberangan tersibuk di dunia. Setidaknya ada 45.000 orang yang menyeberang di sini setiap 30 menit pada jam-jam sibuk. Persimpangan tersibuk di dunia ini dihiasi oleh papan-papan reklame super besar dengan lampu neon berwarna-warni menghiasinya di kala malam. Di persimpangan ini, Anda juga bisa bertemu dengan patung Hachiko yang sangat terkenal itu. Tak lupa, Shibuya Crossing juga merupakan tempat syuting dari film Hollywood ‘Lost In Translation’ yang disutradarai oleh Sofia Coppola pada tahun 2004 lalu.

Lampu lalu lintas yang berubah menjadi merah pada saat bersamaan, dan selama beberapa menit para penyebrang memenuhi persimpangan seperti kacang tumpah dari kaleng. Anda bisa mengamati lampu-lampu terang dan kerumuman dari Starbucks yang terletak di sisi utara persimpangan, atau menikmati semua kegilaan itu sendirian.

Saya dan suami menyebrang jalan beberapa kali hanya untuk bersenang-senang dan tidak sekalipun kami menyenggol orang lain, begitu juga sebaliknya. Semuanya terlihat damai dengan kecepatan langkah yang berbeda-beda namun terlihat serempak. Jika ini bukan contoh tertinggi dari peradaban, saya tidak tidak akan bisa menjelaskannya lagi.

Gak percaya..?? datang ke jepang dan Nikmati sensasi menyeberang di penyeberangan tersibuk di dunia ini!