Kanibal ( isasi ), Berani..?

kanibalKita semua pasti sering dengar istilah “Kanibal”, yang kurang lebih artinya “Saling memakan”.  Wuiiiih seram banget ya kedengarannya…?
Dalam kehidupan bisnis pun ada istilah “cannibalism strategy”, mungkin artinya kurang lebih Strategi meluncurkan produk baru yang akan “memakan” pangsa pasar produk miliknya sendiri yang lama. Sangat ekstrim, tetapi  kadang-kadang, strategi ini memang perlu di lakukan dengan tujuan  salah satu nya adlah untuk mempertahankan market share yang sudah kita punya. Daripada diambil oleh pesaing yang akan masuk ke pasar, Ya Gak..?

Dengan “mewabahnya” produk Capucino Cincau yang secara langsung atau tidak langsung sudah memberikan dampak bagi penjualan bisnis saya  semerbakcoffee, meski itu belum terlalu signifikan. Tapi paling tidak ini membuat saya berpikir keras secara simultan pagi, siang sore dan malam ( wuiiiiiih segitu nya ya..?? he.he.he.he..) untuk mencari jalan bagaimana saya bisa keluar dari situasi ini.

Setelah membaca beberapa buku dan referensi, Akhirnya,  saya pun mengambil keputusan untuk menggunakan “cannibalism strategy” di sisi produk dimana dalam strategi ini saya harus mengeluarkan produk baru yang menyaingi produk lama dalam berbagai benefit. Ada beberapa sebab dan alas an kenapa Strategi ini terpaksa saya lakukan, salah satunya adalah untuk mempertahankan dan melindungi market share semerbakcoffee  dari “serangan” para pesaing-pesaing nya baik pesaing langsung maupun pesaing tidak langsung , Alasan yang lain juga karena ada nya perang harga dengan pesaing-pesaing baru yang mau masuk untuk merebut “kue” yang sama.

Dan saya pun mengeluarkan produk saya yang baru, yaitu OmaroBlend , yang di kelola oleh istri dan anak saya. Tentu nya dengan menggunakan system dan konsep penjualan yang mengikuti para pesaing-pesaing semerbakcoffee yang sudah mewabah ini.

OmaroBlend memiliki konsep yang jauh berbeda dengan semerbakcoffee . Produk OmaroBlend di jual dalam ukuran  per 1 kg untuk tiap rasa nya dengan kemasan alumunium foil agar bisa tahan selama lebih dari 1 tahun.  Target marketnya lebih melebar dan meluas, karena membidik  juga   Horeka ( Hote Restaurant dan Kafe ) baik besar atau buat Anda-anda yang ingin meningkatkan omzet  bisnis kuliner nya bisa memasukkan OmaroBlend  sebagai salah satu pilihan menu minumannya.  Dan yang tidak kalah pentingnya,  sesuai dengan Misi nya yang ingin menciptakan para pengusaha baru , OmaroBlend juga memberikan kesempatan luas bagi siapa saja untuk belajar memulai usaha kuliner minuman ini hanya dengan bermodal Rp.65rb saja ( untuk 1 varian ). Kalau mau tau lebih jelas tentang OmaroBlend kunjungi saja web site nya di www.omaroblend.com

Meski dengan bentuk  dan produk yang berbeda, Merk-merk besarpun sudah banyak yang melakukan “cannibalism strategy” ini, dengan tujuan yang sama yaitu untuk mempertahankan market share nya. Salah satu perusahaan besar yang paling banyak melakukan strategy ini adalah unilever. Lihat saja, ketika DAIA berusaha merebut pangsa pasar Deterjen sebanyak 5%, mereka buru-buru mengeluarkan SURF, padahal disana mereka sudah punya yang RINSO. Kemudian pasar Shampoo, dimana mereka sekaligus punya SUNSILK, DIMENSION atau CLEAR. Begitu juga Olympic dengan merk SOLID nya. Mereka semua saling meng “kanibalisasikan diri” begitu kalau menurut bahasa vickynisasi yang sekarang juga lagi mewabah.

Gimana dengan produk Anda, berani melakukan ini .??

Mau Ngobrol dengan saya ?  follow  @iwanagustian