Jadi Pelopor atau Follower ?

followerBiasanya yang  ada di pikiran kita kalau kita mau menjadi penguasa di pasar produk  yang kita miliki adalah : selalu menjadi yang pertama dan gak pernah berhenti untuk menarik napas  alias gak boleh lengah.  Betul gak..??

Tapi lawan bahkan kawan kita juga pasti mau seperti kita, karena memang itu trend bisnis yang ada di kita, selalu mengikuti bisnis yang sedang Booming. Jadi meskipun kita bisa jadi yang pertama alias Pelopor yang pasti punya keuntungan lebih besar, tapi kita juga bisa kehilangan pasar kita jika kita lengah . Biasanya pesaing akan selalu  agresif dan punya mata-mata yang luas bahkan senjata yang banyak yang kita tidak tahu  hanya untuk menjatuhkan kita .

Nah yang jadi pertanyaan sekarang…

Apakah menjadi seorang Pelopor atau Inovator sepadan dengan risikonya ? atau  Apakah lebih baik untuk jadi follower yang menunggu dan belajar dari pengalaman sang inovator  yangn sudah lebih dulu terjun ke pasar ?

Kalau kita memilih atau sudah menjadi  inovator atau pelopor, apa yang bisa kita  lakukan untuk mencegah para follower kita menggerogoti pasar yang kita miliki ketika pemain baru memasuki pasar ?

Tapi, Jika kita memilih atau mungkin sudah jadi Follower ,trus strategi apa yang akan kita buat untuk membuat  kita sukses untuk menyamai atau bahkan melampaui Sang Inovator atau Pelopor ?

Kebanyakan, produk yang pertama kali masuk ke pasar punya Kemungkinan keuntungan pangsa pasar yang lebih. Tapi setelah Follower datang dan berhasil melakukan  strategi ATM ( Amati  Tiru Modifikasi ), mereka akan dapat mengambil keuntungan atau bahkan  menemukan sesuatu yang lebih  inovatif untuk memasarkan

Mau  yang mana..??

Depok, 5 Okt 2013, 07:50