Gak ada yang Nganggur….

Meski Macet di jam pulang kerja, tapi masih rapi dan teratur

Meski Macet di jam pulang kerja, tapi masih rapi dan teratur

Meski hanya beberapa hari berada di taiwan, saya terkesan sekali dengan kedisiplinan, semangat kerja dan semangat belajar sebagian besar masyarakat di sana. Mulai dari hal yang kecil seperti meludah di sembarang tempat, membuang sampah, mengantri dalam segala hal sampai dengan kerja keras yang tidak mengenal lelah.

Ya, kebanyakan orang Taiwan sangat workaholic, etos dan semangat kerja mereka sangat berbeda dibandingkan dengan saya yang orang Indonesia. Saya benar-benar kagum dan heran (sampai sekarang) dengan semangat dan “kekuatan” mereka untuk bekerja.

Pelajar dan Mahasiswa Taiwan tidak pernah nongkrong sembarangan sambil merokok atau ngeceng di mall. Jam sekolah dimulai 7.30 (atau 8.00) dan berakhir jam 4 sore, tapi setelah itu selalu ada kelas tambahan atau les sampai jam 10 malam. Pemandangan anak-anak berseragam sekolah di MRT atau bus jam 10-11 malam itu adalah hal biasa. Bukan karena mereka keluyuran.Selain karena faktor kompetisi yang tinggi, para orang tua biasanya tidak banyak memiliki waktu untuk mengontrol anak mereka belajar (ya karena si orang tua juga workaholic), sehingga sekolah-sekolah banyak membuka kelas belajar tambahan di sore hari (guru yang mengawasi). Beberapa kali saya menjumpai anak-anak SMP mengerjakan PR atau membaca buku di MRT. Saya sampai geleng-geleng. Suatu ketika jam 9.30 malam di MRT saya kebetulan duduk bersebelahan dengan anak SMP yang mengerjakan PR bahasa Inggris, dan saya bertanya kenapa tidak dilakukan di rumah saja? Dia menjawab sederhana sambil tersenyum, “I have many homeworks to do and I have to get up early for school”. Saya ikut tersenyum. Tersenyum membayangkan dulu waktu saya SMP, pulang sekolah jam 2 siang ya pulang, atau kadang ngeluyur  main . Pantes Taiwan bisa semaju ini, kata saya dalam hati.

Di dunia kerja, meski tidak “seheboh” dunia kuliah (dimana yang namanya menginap di lab itu biasa), banyak orang Taiwan yang bekerja 7

Budaya antri yang menjadi sudah menjadi kebiasaan

Budaya antri yang menjadi sudah menjadi kebiasaan

hari dalam seminggu, artinya mereka masih datang ke kantor di hari Sabtu atau Minggu. Atau mengambil jam kerja lembur sampai di atas jam 8 malam di hari biasa. Jadi jangan heran jika di MRT itu masih ramai sampai jam 12 malam.

Mereka yang sudah kaya pun tetap memilih bekerja. Termasuk wanita. Sepertinya tidak ada arisan ibu-ibu menganggur (no offense yaaa buat ibu-ibu) atau cangkruk di rumah tetangga dan menggosip seperti di Indonesia. Bahkan orang-orang yang sudah berkecukupan dan semestinya pensiun pun banyak yang masih bekerja.

Awal pertama tiba di Taiwan saya heran , hampir semua petugas keamanan bandara itu adalah mereka yang sudah berumur atau tua. Bahkan sampai ke petugas pengatur lalu lintas di setiap traffic light pun adalah pria atau wanita yang sudah terbilang tua.

Tapi setelah tau budaya kerja mereka, baru saya mengerti…Pokoknya gak ada yang ganggur. Wuiiiiiih……..

Sudah tua pun masih suka bekerja

Seperti inilah Petugas lalu lintas di Taiwan

Dan ini kesimpulan saya selama berada di taiwan :

1. Orang Taiwan  sangat mementingkan pendidikan, hal ini terjadi karena pemerintah memberikan subsidi kepada sekolah dan perguruan tinggi, sehingga biaya pendidikan tergolong murah dan dapat dijangkau oleh penduduknya. Jauh lebih murah dibanding di negera kita. Hal ini yang membuat orang Taiwan berlomba-lomba untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin. Selain mengenyam pendidikan formal, orang Taiwan juga suka mengenyam pendidikan informal, seperti mengikuti kursus-kursus.

2. Orang Taiwan bersifat individualis. Mereka bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari tanpa memikirkan orang lain. Pokoknya yang menurut mereka baik untuknya maka hal itu akan dilakukannya. Makanya jangan heran jika melihat sepasang remaja yang asik berpelukan dengan sangat mesra di tempat-tempat umum seperti MRT.

Sangat Fashion ala Jepang

Sangat Fashion ala Jepang

3. Kaum laki-laki Taiwan bersifat disiplin dan bertanggung jawab, karena ada peraturan wajib yang dilakukan oleh para remaja pria untuk mengikuti wajib militer. Hal tersebut membuat sifat para pria menjadi keras.

4. Orang Taiwan tidak bisa makan pedas. Dari 100 orang Taiwan mungkin hanya 5 orang yang bisa makan pedas.

5. Anak-anak sekolah di Taiwan masuk mulai dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Hal ini dikarenakan Taiwan mempunyai 4 musim, sehingga terdapat libur musim panas

7. Orang Taiwan itu pekerja keras banget. Dalam satu rumah tangga, kebanyakan kedua orang tuanya bekerja di luar rumah.

8. Orang Taiwan suka mengikuti fashion-fashion dari Jepang. Remaja Taiwan suka mengikuti gaya-gaya remaja Jepang.