Indonesia ada di Negara yg Paling Tdk Kondusif untuk Entrepreneurship

pusingPagi ini saya Baca tulisan di http://ciputraentrepreneurship.com cukup membuat saya tersenyum kecut tapi tidak cukup kaget juga sih, karena memang hal itulah yang saya , mungkin juga semua teman-teman pengusaha alami sendiri.

Mau tau apa isi beritanya..? nih dia …

” Sudah bukan rahasia umum bahwa pungutan yang diberlakukan pemerintah dan oknum-oknumnya dalam sebuah negara membuat entrepreneur terhambat dalam mendirikan dan menjalankan usahanya. Hal ini terutama terjadi di berbagai negara berkembang, yang biasanya tingkat korupsinya masih relatif tinggi. Tingginya biaya dan prosedur/ birokrasi yang berbelit juga menjadi masalah utama. Belum lagi keterbatasan sarana dan prasarana.

Meskipun Indonesia juga masih banyak berbenah dalam hal tersebut, negeri ini bukan negeri yang paling tidak ramah terhadap pelaku dunia wirausaha dibandingkan negara lain di seluruh penjuru dunia. Menurut sumber “The Best Country to Start a Business” yang dikutip oleh Harvard Business Review tahun 2010, dikatakan bahwa di Zimbabwe para pelaku bisnis yang hendak memulai usaha harus menghadapi kendala pelik berupa pungutan dari pemerintah yang ditaksir mencapai sekitar 500% dari pendapatan perkapita negeri itu dalam setahun.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat, yang persentasenya cuma 0,7% dari pendapatan perkapita. Tak heran entrepreneurship tumbuh subur bak cendawan di musim hujan di sana.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Dalam sebuah daftar peringkat 10 negara terburuk untuk mendirikan bisnis, laman BusinessInsider.com (24/10/2012) yang menggunakan Grant Thornton’s Global Dynamism Index. sebagai dasar penilaian menyatakan Indonesia berada di peringkat ke 10.

Alasan dimasukkannya Indonesia dalam daftar ini ialah karena dalam survei ini kondisi teknologi dan sains Indonesia masih terburuk yang ketiga. Ekspansi ekonomi RI juga dihambat oleh beberapa faktor seperti belanja riset yang masih rendah, permsalahan dalam menemukan pendanaan usaha, dan lingkungan operasional bisnis yang kurang mendukung.

Sementara itu 9 negara lain yang berada di posisi yang lebih buruk dari Indonesia ialah Kolombia (9), Rusia (8), Afsel (7), Portugal (6), Filipina (5), Mesir (4), Yunani (3), Nigeria (2), dan Venezuela (1). (*Akhlis) ”

sumber : http://ciputraentrepreneurship.com

Gimana pendapat Anda..??

Kalau buat saya sih.. hal ini memang benar adanya…  saya sering mengalami hal ini. mulai dari perizinan tingkat RT,RW,Kelurahan sampai ke tingkat Pusat semua menjadikan  Pengusaha itu sebagai sapi  yang bisa di perah. Pengusahan ibarat “cucian basah”, yang bisa di peras habis kalau perlu sampai habis.

masih ingat tulisan saya mengenai “3,5 juta hanya untuk sebuah surat pengantar….”  ? ternyata kejadian itu bukan yang terakhir kali buat saya dan semerbakcoffee. bahkan setelah itu, “raja-raja kecil” di wilayah saya tinggal pun ikut ambil bagian.

Untungnya ada social media yang namanya “Twitter”. Karena lewat inilah saya melakukan “demo” ke akun resmi penguasa di wilayah saya tinggal, dan memang, effeknya sangat dahsyat, saya di panggil oleh pak Lurah, pak camat sampai ke kepala dinas. Dan apa yang mereka bilang..?  – ” kita gak minta uang kok pak, ini cuma sukarela, dan lain kali jangan lewat twitter ya pak.?”  Bahkan seorang anggota DPRD komisi D pun langsung menelpon ke HP saya untuk menklarifikasi hal ini…. setelah itu barulah semua lancar..

Huhhhhh… menyebalkan..!!!!

 

Depok, 14 Maret 2013