Apa sih Business model canvas ?

Banyak teman-teman saya yang bertanya, Apa sih Business Model ? gimana sih cara menerapkan nya..?

Dulu, waktu 3 tahun pertama saya memulai dan menjalankan bisnis semerbakcoffee , saya sering bertanya pada diri sendiri, bagaiamana cara nya agar bisnis saya ini bisa jauh lebih berkembang ? bagaimana cara nya agar saya bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus dari yang sekarang ( maksudnya saat itu ), Bagaimana cara mengukur perkembangan bisnis ini..?  Apa yang harus saya lakukan untuk semua ini..? Bagaimana strategi nya..dan bagaimana juga “wajah” perusahaan saya ke depan..?

Semua pertanyaan itu susah sekali saya menjawabnya…saya tidak tau harus mencari dimana jawabannya.. Karena memang saat itu saya tidak punya alat untuk memotret usaha saya.  padahal dengan “camera” itulah saya bisa mengevaluasi bisnis yang sedang saya jalani, dengan sudut pandang yang lebih jelas dan utuh.

Sampai suatu saat  saya mendengar tentang Business model canvas.Dan bukan pengusaha namanya kalau malas belajar dan tidak punya niat untuk belajar sesuatu yang baru.

Sebagai Langkah awal, saya langsung Googling, tapi hasilnya tidak sesuai harapan saya.  kemudian saya hunting ke salah 1 toko terbesar di indonesia, dan Alhamdulillah saya menemukan buku  Business Model Generation yang di tulis oleh Alexander Osterwalder.

Tapi ternyata masalah belum selesai, karena terus terang saya masih “Blank” sama sekali, tidak mengerti bagaimana mengaplikasikasi kan sistem ini ke bisnis saya. Sampai akhir nya saya mendapat info ada pelatihan 1 hari mengenai Business Model Canvas ini di Bandung. Tanpa buang waktu, langsung saja saya ikut.

Dan Akhirnya saya bisa mendapatkan jawaban dari semua ini….

Nah Dari pelatihan itulah saya tahu bahwa Business Model Canvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan tool ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen2 kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian kita bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab pertanyaan2 seputar bisnis kita. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen2 kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen2 kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan hal tersebut adalah:

1. Customer segments

2. Value proposition

3. Channel

4. Customer relationship

5. Revenue stream

6. Key resource

7. Key activities

8. Key partners

9. Cost

2 hari Sepulang dari pelatihan tersebut, tanpa membuat waktu, saya langsung menjalankan strategi ini untuk Semerbakcoffee. dan ini lah yang saya buat :

bm

Dengan Business Model Canvas ini sekarang saya bisa memotret perkembangan semerbakcoffee   kapan saja saya mau.. Kalau saat saya menggunakan business plan dulu, saya agak kesulitan jika saya harus merubah strategi di tengah jalan, maka tidak demikian dengan sekarang. Saya bisa mengevaluasi semua strategi saya ini day to day…..

Mau tau caranya..? kasih tau gak yaaaaa..???

Pokoknya hasilnya Ruarrrr Biasaaa…..!!!!

Depok, 7 maret 2013