Jadilah Elang – Bagian 2

Jadilah Elang - Bagian 2

Jadilah Elang - Bagian 2

Kalau di bagian 1 saya kasih tau betapa hebatnya Semangat Elang yang bisa merubah jalan hidup saya . Nah di bagian 2 ini, Semangat Elang juga sudah merubah pandangan atau mindset jiwa wirausaha saya.

Sejak awal memutuskan untuk meninggalkan “dunia belakang meja” , saya langsung belajar dari para Elang.

Saya pernah mendengar cerita, jika kita ingin menjadi seekor elang yang mampu terbang tinggi, perkasa , dan tahan segala cuaca,  maka bergaulah dengan para elang. karena dari sanalah kita akan mendapat belajar tentang  semangat, kekuatan dan ketangguhan para Elang.  Jangan hanya berani bergaul dengan bebek atau ayam, karena kita tak akan pernah bisa jadi elang.

Itulah yang saya lakukan di usaha, saya berusaha untuk terus mengenal, berkawan dan belajar  ke kalangan pengusaha, motivator, inspirator dan orang-orang hebat di negeri  ini, seperti Pak Sandiaga Uno, pak Jamil Azzaini, Pak Nukman, Mas Mono, Mas Prasetya M Brata, Mas Aryo diponegoro, Bang Aidil Akbar, mas Ippho Santosa, Kang Endy Kurniawan, Teguh Wibawanto ,   Bang Ahmad Gozali, Bang Safir Senduk, Cak Eko, Mas Jaya Setiabudi, Bang Jay, Ust yusuf mansyur, Pak Roni Yuzirman , Ali Akbar dan banyak lagi orang hebat di negeri ini.

Buat saya Mereka lah  para Elang Perkasa yang hebat di dibidangnya masing-masing… dan Saya sangat bersyukur sekali bisa di berikan kesempatan untuk mengenal dan belajar dari orang-orang hebat ini. Para Elang inilah tempat saya menggali semangat, menimba ilmu dan Belajar segala hal.

Saya yakin kita semua adalah Elang, hanya saja itu semua tergantung pada siapa kita bergaul. Meski kita Elang, tapi jika kita banyak bergaul dengan bebek atau ayam, maka mindset, semangat dan pemikiran kita akan seperti bebek atau ayam.

Ingat kan cerita ini….

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persis seperti anak ayam, karena mengira dirinya memang anak ayam.

Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luar biasa! Siapakah itu?”, katanya penuh kekaguman. “Itulah elang, raja segala burung!” sahut ayam di sekitarnya. “Kalau saja kita bisa terbang ya? Luar biasa!” Para ayam menjawab, “Ah, jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!” Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.

Dan saya yakin sekali, SemerbakCoffee pun bisa seperti sekarang ini adalah tak lepas dari Hasil belajar pada para Elang hebat tersebut dan Pastinya dari ALLAH SWT.

Saya tidak mau “menggembok” diri saya  dengan berbagai label yang diciptakan lingkungan maupun diri saya sendiri.

Jadi, Jika kita ingin menjadi Elang, banyak bergaulah dengan para Elang….

Depok, 24 Februari 2012 – 06.49