Liputan Harian Seputar Indonesia 30 October 2011

Kenikmatan kopi jadi inspirasi bisnis Semerbak Coffee

 

Founder SC

Founder SC

Sindonews.com – Kegemaran menikmati hangatnya secangkir kopi membawa Muadzin F Jihad dan Iwan Agustian menjadi pengusaha sukses. Kedua sahabat ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini adalah pemilik usaha kopi booth yang telah tersebar di seluruh Indonesia, Semerbak Coffee.

Rutinitas sehari-hari merasakan nikmatnya secangkir kopi membuka naluri bisnis Muadzin. Tepatnya pada 20 Juni 2009, Muadzin yang gemar menikmati kopi dari salah satu merek internasional berkeinginan membuka bisnis serupa, namun dengan merek kopi Indonesia.

Bertempat di Jalan Nusantara Raya 27A, Depok, Jawa Barat, Muadzin dan Iwan memberanikan diri membuka outlet pertama dengan modal awal Rp3,6 juta. ”Jujur, saya penggemar salah satu brand kopi yang sangat terkenal. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak buka usaha yang sama, tapi tentunya kopi Indonesia.

Mengawali karier sebagai karyawan, Muadzin F Jihad mengaku memang memiliki mimpi sebagai pebisnis yang sesuai dengan kegemarannya menikmati kopi. Pertemuannya dengan Iwan Agustian yang memiliki ide sama mewujudkan mimpi Muadzin untuk menjadi entrepreneur.

Tepat tiga bulan yang lalu, Muadzin akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat ia bekerja selama 15 tahun.Keputusannya itu akhirnya dia pilih agar dirinya bisa fokus pada bisnis yang telah dirintis bersama Iwan. Muadzin tidak menyangka bisnis yang digelutinya hingga kini bisa sukses dan diterima banyak kalangan. Dia pun bercerita awal mula memilih nama Semerbak Coffee.

”Saya memang punya mimpi untuk buka usaha ini. Saya ingin punya nama atau brand yang Indonesia sekali. Kopi lokal punya Indonesia dan dengan desain yang menarik. Makanya, kami pilih nama Semerbak Coffee dengan dominasi warna ungu,” kata Muadzin yang punya hobi fotografi sebagaimana dikutip dari Harian Seputar Indonesia, Minggu (30/10/2011). Lain halnya dengan Iwan. Dia memang seorang pebisnis dan memiliki mesin pembuat kopi.

Muadzin dan Iwan menceritakan, Semerbak Coffee bisa diterima masyarakat karena cita rasa dan ciri khasnya. Muadzin mengungkapkan, saat itu belum ada usaha kopi booth serupa dan Semerbak Coffee yang pertama kali menawarkan merek kopi booth di Indonesia.

”Banyak yang menyebut kami sebagai pionir kopi booth Indonesia. Kami berdua tidak menyangka sambutan terhadap Semerbak Coffee sangat baik. Kami tawarkan investasi hanya Rp9,5 juta untuk punya franchise (waralaba) Semerbak Coffee. Harga yang cukup murah dengan high profit,” ujar Muadzin. Selain bisnis yang menawarkan kopi cepat saji dan murah, Muadzin dan Iwan juga ingin menarik mitra-mitra baru yang ingin membuka usaha Semerbak Coffee melalui sistem waralaba.

Dalam waktu dua hingga tiga bulan setelah outlet Semerbak Coffee dibuka, kedua pengusaha muda ini melebarkan bisnisnya dengan konsep waralaba. Ditanya soal keunggulan produk bisnisnya, Iwan menjelaskan, yang membedakan Semerbak Coffee dengan usaha franchise kopi lainnya di Indonesia adalah karena cita rasa dan mutu yang baik, enak, dan tidak mahal. Harga satu sajian Semerbak Coffee hanya dibanderol Rp5.000-10.000.

Selain itu, kemasan Semerbak Coffee juga memiliki desain yang menarik dan kesan mahal layaknya kopi-kopi brand internasional. ”Slogan kami adalah kopi nikmat, gaya dan enggak pakai mahal. Semua lapisan bisa minum karena harganya yang terjangkau, rasanya enak, dan desainnya tidak murahan,” kelakar Iwan. Dengan kesuksesan yang telah diraih Iwan dan Muadzin, kedua pengusaha ini bukan berarti tidak memiliki kendala-kendala dalam menjalankan bisnisnya.

Iwan mengatakan, kendala hingga saat ini adalah mencari tenaga kerja yang baik dan kompeten untuk bisnisnya ini. Iwan pun menjelaskan salah satu visi dari Semerbak Coffee adalah membuka kesempatan kerja sebesar-besarnya. Dari itu sebagian besar dari 360 karyawan yang dimilikinya saat ini hanya memiliki latar belakang pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

Dalam hal ini, Iwan dan Muadzin ingin mengajarkan para karyawannya tersebut bagaimana cara bekerja dengan baik dan profesional. Terkait dengan kompetitor-kompetitor Semerbak Coffee yang juga mengusung tema sama dengan brand kopi miliknya, kedua sahabat ini tidak merasa takut atau khawatir akan kompetisi sehat yang menanti di depan. Iwan dan Muadzin sangat optimistis bisnis yang dijalaninya saat ini mampu bersaing karena mutu, layanan dan ciri khas yang akan terus dijaga.

”Tentunya persaingan dengan kompetitor lainnya tidak bisa dihindari.Tetapi yang pasti, ke depan kami tetap optimistis Semerbak Coffee tetap berada di jalur yang tepat,sambil kami terus meningkatkan mutu, inovasi dan layanan terbaik kami,” kata Iwan. Dalam waktu satu tahun, Semerbak Coffee sudah memiliki 110 booth yang tersebar di seluruh Indonesia. Tanggapan dan animo baik dari pelanggan maupun mitra kerja yang tertarik pada bisnis ini pun semakin deras.

Saat ini Semerbak Coffee telah memiliki 360 booth yang tersebar di 70 kota Indonesia termasuk di daerah-daerah nonperkotaan seperti Serui dan Timika di Papua, serta Langsa di Aceh. Dalam sehari, Semerbak Coffee bisa menjual 180 gelas/booth. Jika dihitung per sachet kopi yang dijual mencapai tujuh ton/hari.

”Kalau bicara soal omzet, kami kan juga menghitung dari mitra kerja. Kira-kira sebesar

Penggemar Setia SemerbakCoffee

Penggemar Setia SemerbakCoffee

Rp150-250 juta per bulan. Mitra kerja kami juga terus meningkat sekitar 15-20 mitra kerja baru per bulan. Pencapaian yang sangat kami syukuri hingga saat ini,” ujar Iwan diamini oleh Muadzin.

Muadzin dan Iwan mengatakan, antusiasme pelanggannya yang di Bali sangat tinggi. Begitu pula yang ada di kota-kota lain. Terbukti sebanyak 50 booth kopi berada di Bali, 40 di Jakarta, 20 booth dan kafe di Jalan Arif Rahman Hakim, Depok. Belum termasuk beberapa boothyang tersebar di Bogor, Cirebon, Indramayu, dan lainnya.

Iwan yang kesehariannya menjalankan Semerbak Coffee dengan Muadzin mengatakan, salah satu kunci sukses bisnisnya adalah media sosial yang cukup memiliki andil besar dalam mempromosikan produk-produknya. Iwan mengatakan, sebesar 60 persen penjualannya melalui media sosialseperti Facebook dan Twitter.

Dia mengakui mendapatkan efek yang cukup besar dari sarana media tersebut. Semerbak Coffee memang membidik konsumen remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Dengan menggunakan media sosial, informasi-informasi mengenai Semerbak Coffee bisa dengan cepat tersebar. Iwan dan Muadzin pun sering mengikuti pameran-pameran waralaba yang diselenggarakan di Jakarta sebagai bagian dari promosi Semerbak Coffee.

”Banyak yang tahu Semerbak Coffee dari Facebook atau Twitter. Media sosial sangat membantu sekali memasarkan produk kami,” ujarnya.

Editor: Andina Meryani
Laporan: Koran Seputar Indonesia, edisi Hari Minggu 30 October 2011