Bakar Kapal…!!!

Bakar Kapal

Bakar Kapal

Istilah “Bakar Kapal” ini saya dengar pertama kali saya saat saya  ikut kursus kewirausahaan selama 2 bulan di Green Leaf Muslim Entreprenuer School sekitar tahun 2007.

Saat itu mentor saya memberikan suatu ilustrasi, jika kita berangkat berperang disuatu tempat dengan menggunakan kapal, kemudian dengan gagah berani dan semangat 45, kita turun untuk berperang.Namun pada saat terpukul musuh dan kita terdesak…apa yang akan kita lakukan..?? Pasti berlari menuju Kapal dan menyelamat diri. Setelah itu..?? Kita kalah berperang..!!

Tapi coba, pada saat kita turun dari kapal, dan kapal tersebut kita bakar…..Ketika kita terpukul oleh musuh dan terdesak..apa yang bisa kita perbuat..? Tak ada kata lain dan tak ada usaha lain selain 1000% kita berusaha bertahan dengan segala cara, karena memang tidak ada pilihan lain …, tidak mustahil karena “kepepet” itulah  yang malah akan membuat kita menjadi pemenang sebuah perang…

Begitu pula dalam berwirausaha atau berbisnis….

Jika kita masih punya kapal, dalam hal ini kantor/tempat kita bekerja kita akan tidak akan melakukan “perang” ( berwirausaha) secara total, bahkan cenderung setengah hati, toh kalau rugi pun kita masih punya cadangan gaji sebagai modal biaya hidup kita..

Sudah banyak contoh dari teman-teman saya yang melakukan “multi tasking” ini yang akhirnya berbuat “dzalim” terhadap kantornya sendiri, Misalnya : menggunakan fasilitas computer,printer, telepon, bahkan “korupsi” waktu untuk kepentingan bisnis/usaha nya sendiri. Dan jika ini sudah terjadi, bisa dipastikan Bisnis/usahanya itu tidak akan membawa berkah…dan hasilnya akhirnya sudah bisa ditebak, Bisnis nya Gagal atau tidak berkembang….

Lain hal nya jika “kapal sudah dibakar” atau kita tidak memiliki pekerjaan lagi selain berwirausaha/bisnis, pastinya kita akan lebih total, lebih “ngotot”, lebih bertenaga, lebih memiliki daya kreatifitas yang tinggi karena inilah satu-satunya sumber penghidupan kita  dan kita akan menjadi “lebih jujur” setidaknya kita tidak menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan bisnis kita.

Dan akhirnya,dengan segala sesuatu yang bernuansa “kepepet” itu, Insya ALLAH kita bisa lebih maju, lebih sukses, lebih bahagia dan lebih bangga atas apapun yang kita raih…..meski itu tidak semewah saat kita masih memiliki kapal.

Inilah pengalaman nyata yang terjadi pada diri saya….

Depok, 23 October 2011 – 15.02