Profit memang is the King..Tapi CashFlow tetap menjadi Queen…

Cash Flow

Cash Flow

Mana yang lebih penting, OMZET, PROFIT, atau CASHFLOW??

Pertanyaan ini memang selalu yang menjadi mengundang banyak perdebatan di kalangan pebisnis. Tapi mungkin kalau boleh saya jelasin sedikit mengenai 3 “mahluk” itu kira-kira begini : OMZET itu adalah nilai penjualan/pemasukan. PROFIT itu adalah keuntungan, atau hasil pengurangan antara Omzet dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Sedangkan Cashflow adalah perputaran uang.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah, Mana yang lebih penting..???

Kita boleh bangga jika Omzet bisnis kita punya angka 6 digit atau bahkan 11 digit.. tapi buat apa jika dalam Laporan laba rugi kita terlihat beban operasional nya mencapai 80%.? Atau yang lebih parah jika Omzet itu 60% masih berupa Piutang Pelanggan kita ..??  Inilah kebahagiaan yang semu….

SEtiap bulan kita harus membayar biaya listrik, beli bahan baku, biaya gaji, dan biaya yang lainnya.. apakah itu semua di bayar dengan harus menunggu piutang kita di bayar oleh pelanggan kita..?? saya yakin pasti tidak kan….Buat kita yang memiliki Proyek besar, yang segala sesuatunya akan dibayar nanti setelah jatuh tempo, misalnya 1 bisnis kontraktor, ini akan menjadi masalah besar… karena kita tidak memiliki pemasukan rutin  untuk membayar biaya yang sudah kita keluarkan.

Dari sini kita bisa tarik kesimpulan, Aliran kas ( Cash Flow ) adalah “Darah” bagi bisnis kita..meski kecil, jika itu terus mengalir pasti akan sangat berguna untuk membiayai pengeluaran atau kewajiban yang melekat di bisnis kita. Jika terpaksa, Saya pribadipun mungkin akan bersedia melakukan “Jual Rugi” dengan tujuan agar stok persediaan barang saya berkurang, dan cash flow saya tidak terganggu. Agar tidak mengganggu “kehidupan” bisnsi saya, seperti membayar gaji karyawan, sewa toko, dan kewajiban-kewajiban lainnya.

Tidak sedikit perusahaan, khususnya yang berbasis proyek, atau yang customernya merupakan sebuah perusahaan/instansi pemerintah,  Katanya Omzet cukup besar, tapi trus kenapa bangkrut ya ?, dan ini dia  jawabannya. “Ya keuntungan itu cuma di atas kertas, pembayarannya bisa aja molor 3,4,5,6  bulan atau bahkan setahun. Kas kita kosong. Kita ga bisa bayar gaji karyawan. Apalagi suplier nagih terus-terusan”

Jadi, Hati-hatilah dengan perputaran kas Kita. Karena Itulah nyawa bisnis kita. Buatlah perencanaan pengeluaran dan target penerimaan untuk bisnis kita. Memang yang paling bagus adalah memilik Omzet tinggi dengan margin profit yang tinggi, dan semuanya terjadi secara tunai.

Profit memang is the King..Tapi CashFlow tetap menjadi Queen…

OCF, Profit dan Return of Asset harus menjadi perhatian dan merupakan 3 of Bottom Line…..

Terima kasih untuk pak Heppy Trenggono atas semua ilmu yang sudah diberikan ke saya dan kita semua…

*Inilah hasil Workshop Financial Literacy selama 2 hari, 3-4 Oktober 2011 di Hotel Desa Wisata TMII

 

Depok, 8 Oktober 2011 – 07.33