Siapa kira Siapa sangka…??

Aneh ya judul nya..? seperti lagu roman picisan..tapi itulah yang terjadi dalam perjalanan hidup saya…berulang kali jatuh bangun dalam bisnis, puluhan bahkan ratusan juta habis sudah, sampai saya merasa terbuang dari bisnis dimana sayalah yang menjadi inisiatornya, dan semua itu  memang saya anggap sebagai biaya pembelajaran bisnis saya..terlalu mahal memang, tapi  semua itu terbayar lunas dengan pencapaian saya sampai hari ini.

Bisnis yang lahir dari ketidak sengajaan, dari ide kecil, dari ketidakmampuan, dari kebingungan, juga dari kekecewaan…yah itulah Semerbak Coffee.

Lahir dari Emperan Ruko milik kawan , Muadzn F Jihad  – yang juga  ternyata adalah kawan SMP saya sewaktu di SMP Negeri 3 Jakarta – ,  di jl. Nusantara Raya no.27 Depok. yang ternyata kemudian menjadi partner saya dalam mengemudikan sebuah kapal yang bernama Semerbak Coffee.

Awalnya adalah saat muadzin F Jihad mau meresmikan bisnis nya di Ruko 3 lantai yang baru di kontraknya, saya coba menawarkan untuk menyewa tempat di depan Ruko nya itu, maksudnya saya ingin berjualan minuman Coffee Blend, yang saat itu saya masih beli dari seseorang.

Sayang, tawaran itu di tolak dengan sangat halus, tapi dari situlah berkah itu datang… kemudian kami berdiskusi, sampai akhirnya sepakat untuk bekerja sama membuat dan mengembangkan produk yang saya miliki itu untuk menjadi sebuah bisnis besar.. Dream, LOA atau apalah itu..yang penting, saat itu kami bermimpi bersama untuk memiliki bisnis besar

Dari situ, secara tidak langsung dan tidak sadar ( ha.ha.ha.ha. ya kan De..? ), kami mulai melakukan pembagian kerja, saya yang urus pemasaran, muadzin F Jihad yang urus brand, design dll nya. Sampai akhirnya, setelah melewati proses yang melelahkan, di dapatkanlah  nama SemerbakCoffee dengan logo dan warna seperti sekarang ini.

Padahal saat kami memulai, tidak sedikit orang yang mencibir dan berkomentar, “ha.ha.ha. mau bikin starbuck palsu..?”, “ gila lo ye…belum punya apa apa mau bikin yang seperti ini”,  dan lain lain..Tapi karena tekad kami sudah bulat, kami terus maju. Kata orang, Beli Baju buat orang kurus, di tengah laut banyak undur-undur, Maju terus pantang mundur…..!!

Dan untuk langkah awalnya, kita patungan untuk modal kerja, masing-masing menyerahkan uang 1,8 juta rupiah, terkumpulah modal awal sebesar Rp.3,6 juta. Masih ingat betul, saat itu kondisi keuangan saya sedang dalam “titik nadir”, untuk mendapatkan uang yang “Cuma” 1,8 juta pun saya harus “berjibaku” dulu melawan omelan istri, karena memang saat itu kami sedang merenovasi rumah kecil kami dan sangat butuh biaya meski sekecil apapun. Dan Alhamdulillah, saya akhirnya bisa juga mendapatkan uang itu, meski dengan embel-embel “Pinjam” dan dengan janji pasti akan saya kembalikan secepatnya.

Dengan modal yang hanya 3,8 juta itu, kami terus bergerak untuk mencari pembuat booth, akhirnya pilihan jatuh ke rekan kami di komunitas TDA Depok, Didi Diarsa. Dibuatlah 1 booth awal sebagai pembuka bisnis SemerbakCoffee saat itu, meski dengan model booth yang sedikit meniru booth yang sudah ada di workshop beliau.

1 minggu kemudian, Booth pertama SemerbakCoffee pun jadi. begitu sumringah, senang juga bangga saya menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Setelah itu, kita rekrut 1 orang karyawan, yang awalnya kita tugasi sebagai operator booth. Setelah Karyawan dapat, langsung saya buatkan SOP untuk penyajian produk. 2 hari kemudian Bisnis baru kami langsung beroperasi. Pokok nya GET SET GO..!!

Melewati hari 1,2,3 sampai 1 minggu kemudian, Alhamdulillah Respon masyarakat begitu luar biasa meski kami menyajikan dalam cup seadanya, polos bak aquarium, tanpa brand identity apapun…sampai akhirnya kami ingin mewujudkan ide dan rencana kami, yang sedari awal memang menginginkan untuk mem BO kan bisnis ini. Kemudian kami kembali berbagi tugas…

Bersambung…