Janganlah menjadi Lilin….

Hari Rabu 17 Agustus 2011 kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 66, 17 Agustus 2011, di gelar Film Perdana Gerakan SOS ( Satu Orang Satu ) di MegaPlex Blitz Grand Indonesia Jakarta.

Alhamdulillah saya diundang oleh Pak Jamil Azzaini, Berangkat dari rumah di depok, sekitar jam 12.30 bersama Istri plus 2 anak saya Kiki dan Rasya, dengan harapan bisa menonton Film SOS di sesi 1, yaitu jam 14.00 – 15.00. Tapi ternyata, baru sampai di Jalan Sudirman, tepatnya sekitar Bendungan Hillir, Macet parah, cenderung gak bergerak. Hal ini berlangsung sampai ke sekitar lokasi Grand Indonesia, mungkin imbas dari kemacetan di Tanah Abang, ya..? Depok – Grand Indonesia 2 jam..??

Alhamdulillah, sekitar jam 14.30, sayang sampai di TKP. Dan 30 menit kemudian pertunjukan dimulai. Selama hampir 1 jam saya disuguhi tontonan yang penuh dengan pesan dan makna yang dalam. Dan selama 1 jam itu pula, hati saya bergetar, bulu kuduk saya merinding, dan air matapun tertahan di sudut kelopak mata saya…benar-benar larut  dalam alur cerita nya.

Tokoh Prasasti dan Rani dalam film itu  benar-benar telah memberikan sentilan yang begitu keras di diri saya. Pras, seorang pengusaha yang penuh ambisi dan selalu berpikiran bagaimana untuk menghabisi para pesaingnya. Rani, seorang ibu muda beranak 1 yang tinggal di rumah yang sangat sederhana disebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuknya kota tapi memiliki hati yang mulia.

Takdir telah mempertemukan mereka , yang akhirnya juga merubah hidup mereka berdua. Rani yang awalnya adalah sebuah lilin akhirnya bisa menjadi matahari. Pras yang awalnya adalah pebisnis “buas” akhirnya berubah menjadi pebisnis yang SuksesMulia.

Akhirnya jam 16.00 pertunjukan selesai, sebentar banget ya…? Sayang,padahal saya masih ingin terus mengetahui bagaimana kelanjutan kisan Pras dan Rani ini.

Pulang menuju Depok pun saya terjebak macet parah di sekitar mampang…sehingga memaksa kamis semua untuk berbuka puasa di tengah jalan. Dan akhirnya jam 19.00 kami sampai di rumah. Grand Indonesia- Depok 3 jam..???

Tapi kami, khususnya saya, tak pernah menyesal..semua sudah terobati dengan makna dan cerita dari film SOS ini.

Terima kasih Pak Jamil, terima kasih Pak Indra, Terima kasih Bung Imad, Terima kasih tim Kubik, yang sudah mengundang saya ke acara ini.. dan Semerbakcoffee akan selalu tetap support program SOS ( Satu Orang Satu ).

Dan inilah yang saya dapatkan dari Film Satu Orang Satu ( SOS ) ini :

Kita tidak boleh menjadi lilin, yang bisa menerangkan sekitarnya tapi harus membakar diri kita sendiri. Berusahalah menjadi bulan atau matahari, yang dengan gagahnya menyinari seluruh dunia tanpa meminta harap dan balas dari semua.  Tapi, kita tak perlu menunggu menjadi bulan atau matahari untuk membantu Orang di sekitar kita. Kita tak perlu menunggu kaya dulu untuk bisa membantu Saudara-saudara kita yang memang layak kita bantu. Malah kita bakal khawatir, jika kita sudah menjadi kaya, kita akan lupa kepada mereka.

Jadi, jika kita ingin memberikan bantuan kepada orang sekeliling kita, Janganlah kita mengorbankan diri sendiri bahkan keluarga kita. Tapi hal itu jangan sampai menghalangi niat kita untuk membantu orang lain. Mari kita bantu sesuai dengan kemampuan kita. Tapi tentu  saja alangkah lebih baiknya jika kita bisa mengkaya kan diri sendiri dulu, kemudian kita gunakan kekayaan kita untuk untuk membantu orang lain. Tapi sekali lagi, Tak perlu menunggu kaya, tak perlu menunggu menjadi matahari atau bulan untuk membantu orang lain.Belajarlah dari sekarang, sehingga jika nanti kaya, kita akan terbiasa melakukannya.

Seperti Fiman ALLAH SWT :

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang di sempitkan rezeki hendaklah memberi nafkah dari harta yang di berikan ALLAH kepada nya. ALLAH tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang ALLAH berikan kepada nya. ALLAH kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” ( QS ath-thalaq 65 : 7 ).

Itulah kenapa kita dianjurkan untuk menjadi Kaya. Karena dengan kaya kita akan :

  1. Tetap bisa menjaga kehormatan diri karena terhindar dari prilaku meminta
  2. Bisa menunaikan tanggung jawab kita pada keluarga yang memang harus kita cukupkan. “ Ingatlah tiap-tiap kalian adalah pemimpin dan masing-masing akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Dan seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya” (HR al-bukhari dan Muslim)
  3. Bisa tertunaikan segala kewajiban untuk mencari harta dan memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga sehingga kita dan keluarga tidak menjadi beban
  4. Tetap menghidupkan semangat jihad dengan mencari nafkah dan menggunakan hartanya di jalan ALLAH SWT, seperti : menyumbang mesjid, menyantuni anak yatim piatu, dll.

Bagaimana Cara menjadi kaya..??  Jemput Rezeki itu, karena semua orang itu sudah memiliki jatah rezeki dari ALLAH SWT. Kegigihan dan kesungguhan untuk menjemputnya bisa mempercepat datangnya jatah itu. Rezeki yang di cari belum tentu ada. Rezeki yang di jemput pasti ada, namun mungkin tidak ketemu. Dan supaya ketemu, pasti di butuhkan pembelajaran dan keahlian tersendiri.

Jadi, yuk kita belajar untuk menjadi Ahli nya menjemput Rezeki……

dan ingat, Tak penting kita ini siapa, tapi yang penting adalah kita sudah melakukan kebaikan apa..

Depok, 18 Agustus 2011 ; 07.00