Perjalanan Bisnis “ Tukang Minyak Wangi ”

Allah menjanjikan, setiap kepahitan akan mendatangkan kemanisan. Itulah yang benar-benar saya rasakan saat ini.

Dulu saya adalah karyawan bagian Accounting, sesuai dengan background pendidikan saya. Namun saya merasakan ada yang tidak beres dalam karir saya yang terlalu lama untuk “naik”, tidak seperti teman-teman yang lain, yang nota bene pendidikan & prestasi nya dibawah saya. Dalam hati saya berfikir, apa karena saya yang terlalu lugu dalam bergaul dan tidak pandai “mendekati” atasan saya , tidak seperti rekan-rekan saya yang selalu bersedia diajak bermain judi dengan para petinggi perusahaan. Sehingga mudah untuk “naik”. Hal ini berlangsung selama 5 tahun saya bekerja di salah perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia.

Pada tahun 1998, saat krisis moneter melanda Indonesia, saya terkena dampaknya. Saya menjadi salah satu Karyawan yang harus angkat kaki dari perusahaan. Saya bingung dan resah. Yang saya lakukan hanya menangis dan menyesali nasib, seakan langit akan runtuh. Saya mengkhawatirkan masa depan keluarga dan anak saya. Setelah 2 minggu, saya bangkit dan mulai mencari peluang usaha apa yang dapat saya lakukan.

Akhirnya, saya mencoba untuk menjadi supplier ATK, dengan langkah awal, saya mendatangi pasar pagi mangga dua dan ITC mangga dua untuk mencari daftar harga semua produk ATK yang akan saya tawarkan. Melalui perjuangan panjang, akhirnya saya mendapatkan daftar harga lengkap produk ATK. Dengan modal Daftar ini, saya beranikan diri untuk mengajukan penawaran ke bekas perusahaan saya , Alhamdulillah, bisa di terima, meski sedikit KKN.

Meski terkadang saya harus membawa semua pesanan dengan menggunakan motor Honda Supra tahun 1995 yang saya miliki, tersengat matahari , tersiram hujan. Namun semua saya jalankan dengan senang hati.

Dari usaha ini, saya mendapatkan hasil yang lumayan, meski tidak sebesar gaji saya yang dulu. Tapi saya cukup merasa bersyukur, karena saya masih bisa mendapatkan penghasilan. Dan dari sinilah saya merasakan nikmatnya berwirausaha, karena kita tidak terikat, baik waktu dan peraturan yang ada di perusahaan. Apalagi saya tidak berada di bawah kendali orang lain.

Sayang, usaha ini tidak berlangsung lama, karena fluktuasi harga yang demikian cepatnya. Sayapun kalah bersaing dengan pesaing-pesaing yang lain.

Saat menjalankan usaha tersebut, saya membeli HP Motorola yang besar ( saya lupa type nya ) dengan tujuan agar mudah di hubungi dan juga membuktikan bahwa saya bisa survive meski terkena badai. Di masa itulah, rekan saya menawarkan HP Erickson, model klip ( saya jugal type nya ) dengan harga Rp. 700.000. Setelah melihat pasaran harga, HP ini kemudian saya coba jual melalui iklan baris di salah satu harian dengan harga Rp. 1.300.000. dan langsung terjual.Melihat ini, akhirnya saya mencoba untuk berbisnis HP second. Namun Sekali lagi, bisnis ini juga tidak lama.

Kemudian saya mencoba untuk membuka rental PS 1 dengan menyewa sebuah kios di jl. Nusantara Depok. Saat itu Rental PS 1 belum ada, jadi bisa di bilang, saya lah pelopor rental PS1 di daerah tersebut.dengan harga sewa Rp. 3.500 / jam. Walau hanya dengan 2 unit tapi rental saya bisa menghasilkan omzet yang lumayan, yang jumlahnya lebih besar dari gaji saya saat bekerja.

Seiring dengan waktu, akhirnya karyawan saya yang saya percaya pun akhirnya keluar dan membuat bisnis serupa di rumahnya, dan ditambah dengan berjamurnya bisnis jenis ini di sekitar Kios saya, yang berdampak langsung dengan kelangsungan bisnis saya.

Hal ini membuat saya juga sadar, bahwa bisnis jenis ini terlalu mudah untuk ditiru, karena tidak memerlukan skill dan ketrampilan tertentu. Yang dibutuhkan hanya modal.

Dan lagi, Alhamdulillah, saya tutup lagi bisnis ini.

Sampai disini saya tidak putus asa, Saya mencoba kembali menekuni bisnis parfum refill yang dulu pernah saya jalankan secara iseng-iseng saat berkerja. Sampai saya memiliki counter di GORO kelapa Gading, juga parfum refill tersebut saya titipkan ke beberapa kenalan untuk dipasarkan di Bazaar yang biasa di adakan di berbagai gedung perkantoran di Jakarta.

Hanya saja, bisnis ini sangat bertentangan dengan hati nurani saya. Karena saya harus berbohong pada semua pelanggan, dengan mengatakan bahwa parfum ini ASLI, padahal kenyataannya adalah refill. Jadi saya fikir ini tidak akan membawa berkah untuk saya dan seluruh keluarga saya.Untuk itulah kemudian saya hentikan bisnis ini.

Allah memang maha Adil, Maha penyayang dan Maha segalanya.

Setelah saya putuskan berhenti berbisnis parfum refill,Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat Nya, tahun 2000 datang tawaran kerja untuk menjadi Sales di sebuah perusahaan Underwear terbesar. Dengan pertimbangan sebagai sarana untuk belajar dan pengalaman baru, akhirnya saya terima tawaran tersebut. Saat pertama masuk, saya dipercaya untuk mengembangkan merk produk underwear tersebut di Seluruh MAKRO di Indonesia, setelah sukses melonjakkan omzet di MAKRO, kemudian saya di tempatkan untuk memegang RAMAYANA & MATAHARI. Di sini saya juga sukses. Kemudian saya di pindah untuk memegang CAREFOUR, HYPERMART, & GIANT. Sampai akhir nya di tahun 2004 awal saya bisa menduduki jabatan Ass.Marketing Manager.

Dari pekerjaan ini, saya banyak belajar mengenai, hubungan antara toko & supplier, Promosi, Pricing, dan segala macam hal mengenai distribusi dan marketing.

Pertengahan 2004, saya bertemu seorang sahabat saya sewaktu Kuliah di Semarang. Beliau menawarkan kepada saya untuk memegang & memasarkan Baju kerja wanita / Blazer, dengan brand CELLOTI.

Karena ini tantangan baru buat saya dan juga karena saya pikir inilah langkah awal saya dalam memulai bisnis, juga melihat kwalitas produk yang hampir tanpa cacat, tanpa pikir panjang langsung saya terima. Saya percayakan bisnis ini kepada istri saya, yang kebetulan saat itu saya minta keluar dari pekerjaannya sebagai HRD Staff di sebuah perusahaan retail electronika. Saya hanya bertindak sebagai back up dan orang di belakang layar.

Merintis Bisnis yang sangat memeras keringat, tenaga, hati dan pikiran.

Bertempat di pasar pagi mangga dua, lantai 2 blok A/133, saya memulai bisnis ini dan saya langsung tancap gas dengan memasang iklan kecil di beberapa tabloid. Dengan strategi, “Gerilya marketing” juga pricing yang tepat, akhirnya saya mendapatkan beberapa pelanggan kecil, yang Alhamdulillah saat ini sudah menjadi besar bersama CELLOTI..

Kemudian saya pergi ke beberapa stasiun TV terkemuka, dan sekali lagi, Alhamdulillah, saya mendapatkan respon yang sangat bagus. Sampai akhirnya Brand CELLOTI. dapat tampil sebagai sponsor untuk presenter pembaca berita di beberapa stasiun TV.

Dari situlah, secara perlahan omzet CELLOTI. dapat terus melonjak. Melihat hal ini, disamping melihat hasil yang jauh dari besar gaji saya saat itu. Akhir nya awal tahun 2005, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan 100% berkonsentrasi di bisnis. Dan Alhamdulillah sampai saat ini, Brand CELLOTI masih terus di perhitungkan.

Pergaulan yang membawa Berkah & Rezeki

Dari Bisnis inilah saya kembangkan pergaulan saya tanpa mengenal ras, agama, warna kulit dan lain-lain. Karena saya berpikir, semakin banyak kita bergaul dan bersilahturahmi, semakin terbuka juga pintu rezeki kita. Ternyata benar, akhirnya saya bertemu dengan beberapa orang yang menjadi distributor besar parfum import. Kata mereka, jika saya mau terjun di bisnis parfum ini, Saya akan diberikan beberapa kemudahan dan fasilitas.

Terus terang tawaran ini sangat menggoda saya. Yang Akhirnya saya ambil juga kesempatan ini, dengan alasan saya sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai parfum saat menjalani bisnis parfum refill dulu.

Saya merasa, Allah begitu menyayangi saya dan mencintai saya… terbukti selalu saja ada jalan bagi saya untuk memulai suatu bisnis.

Kemudian mulai saat itulah saya mengendalikan 2 bisnis sekaligus, CELLOTI. dan Parfum Original, yang Alhamdulillah tdk terlalu jauh berbeda target market nya.

Sama dengan saat saya memulai bisnis CELLOTI, saya pun kesulitan untuk memulai bisnis parfum original ini. Awalnya saya mulai secara off line, dengan menyebar sendiri brosur ke beberapa sudut jalan / parkir di sekitar DKI. Tapi hasilnya jauh dari memuaskan. Kemudian saya mencoba untuk membuat web gratisan, hasilnya juga kurang menggembirakan. Akhirnya saya putuskan untuk membuat web secara professional dengan di Bantu oleh Web designer, saya anggap ini sebagai investasi. Saya mengusung merk “ gudang-parfum.com”.

Ternyata apa yang saya putuskan ini tepat. Setelah web “gudang-parfum” selesai, perlahan tapi pasti, web saya mulai dikenal orang dan mendatangkan beberapa pelanggan. Setahun kemudian, web “gudang-parfum.com” saya rubah menjadi “dcparfum.com” dengan alasan satu dan lain hal, maka pada juli 2007 dengan berat hati saya rubah menjadi “dcparfum.com” .

Sekali lagi Alhamdulillah, ternyata perubahan ini membawa dampak yang luar biasa, Sampai 6 bulan ini , pengunjung “dcparfum.com” sudah mencapai 200rb orang lebih. Dengan omzet yang lumayan dan laba net, yang sama dengan gaji saya sewaktu menjadi Ass. Marketing Manager dulu.

Mulai saat itulah, saya begitu jatuh cinta dengan yang namanya bisnis online. Hampir semua bisnis saya saat ini adalah online.

Kejujuran adalah segalanya.

Bisnis online adalah bisnis kepercayaan. Sesuai dengan prinsip berbisnis saya : JUJUR, AMANAH, CERDAS & PERDULI.

Untuk itulah, saya selalu menerapkan semua prinsip saya tersebut di semua bisnis saya.

Karena Allah SWT begitu menyayangi dan mencintai saya, maka saya pun takut dan tidak mau berbuat segala apa yang dilarang Nya.

Jadi,

Dalam berbisnis, sangat diperlukan kesabaran, ketekunan dan keterbukaan hati

Dibalik Kepahitan, pasti terdapat Keindahan dan kemanisan di belakangnya. Itulah janji Allah SWT kepada kita.

Percayalah……

Pengalaman pribadi

27 Oktober 2007