Kenapa bukan Give and Take.??

Give and Take

Give and Take

Selama ini kita mengenal dan sering mendengar bahkan sudah sangat akrat dengan istilah Take dan Give. Aneh ya..?  kenapa harus Take and give..? kenapa harus menerima dulu baru memberi..? trus apakah kalau tidak ada Take berarti kita tidak akan Give.?  Kenapa tidak Give and Take.? Memberi dulu baru menerima..?

Memang sepele Perubahan ini, kan cuma pemindahan kata yang semula disebut terakhir (give) kemudian disebut pertama kali, menjadi give and take. Tapi lihat arti dan maknanya, sungguh sangat jauh berbeda

Dalam take and give cenderung membuat seseorang pasif dan menyesuaikan dengan lingkungan. Ia akan memberikan sesuatu sesuai dengan kadar yang telah ia terima dari lingkungannya. Tidak lebih. Disebut pasif, karena apa yang ia lakukan merupakan reaksi dari aksi yang dilakukan oleh orang lain.

Tapi coba bandingkan dengan kalimat give and take, yang merupakan  merupakan tindakan aktif yang berupaya memberi sesuatu kepada lingkungan tanpa memikirkan balasan yang akan diberikan oleh lingkungan. Meskipun mengharapkan balasan, setidaknya Kalimat  ini telah menggugah seseorang untuk memberi (apa pun), jika ia ingin menerima sesuatu yang setimpal. Pemberian yang diberikan berdasarkan inisiatif, sering mendapat balasan yang lebih banyak dari yang seharusnya. Saya sudah membuktikan itu…

Memberi yang saya maksud adalah memberi dalam pengertian yang seluas-luasnya. Bukan sekadar memberi dalam bentuk materi. Tetapi, bisa berupa ilmu, ide, pemikiran, kritik konstruktif, gagasan, tenaga, dan sebagainya.

Tanpa mendapat balasan pun, ketika memberi orang yang memberi akan mendapatkan banyak hal positif. Orang yang memberi itu: lebih gembira (ada kepuasan batin karena sudah dapat membantu orang lain. Apalagi kalau pemberian yang ia berikan memang sangat diharapkan oleh orang lain), lebih mulia (ingat TDA, tangan yang di atas lebih mulia daripada tangan yang di bawah), lebih kuat, lebih semangat, lebih kreatif, lebih tawakal, lebih berani, lebih percaya diri, lebih berwawasan, berpengalaman, lebih ceria, lebih segar, lebih tenang, dan lebih sukses. lebih… lebih… dan lebih-lebih yang lainnya.

Orang yang memberi akan lebih sayang dan lebih mendapat rasa sayang. Rasulullah saw. membenarkan dan menganjurkan lebih yang terakhir ini melalui sabda beliau,
Tahâdau, tahabbû ‘saling memberilah, niscaya kalian semakin saling menyayangi’. (HR Baihaqi)

 

Depok, 2 Oktober 2011 – 11.18

About these ads

Posted on 2 Oktober 2011, in Inspirasi and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26.760 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: